Latest Entries »

Hadiri kegiatan Tribute for Merapi Seminar dan Workshop Origami (seni melipat kertas) untuk mengembangkan peluang usaha dan kreatifitas disertai kunjungan ke TKP pengungsian Healing Center dengan Mentor Ibu Maya Hirai InsyaALLAH akan dilaksanakan pada:

Hari, Tanggal : Sabtu, 27 Nopember 2010

Waktu :

Sesi 1: 08.30-11.30 WIB (untuk Umum/Pelajar/Mahasiswa)
Sesi 2 : 12.30-16.00 WIB (untuk Guru)

Tempat : Teatrikal Pusat Bahasa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Info : Arien (087812354678), Ema (087838142549)

HTM: 30.000 Sebelum Tgl 27/11/2010
50.000 Hari H

Daftarkan segera diri anda untuk kreatifitas anda dan orang-orang di sekitar kita.
daftar via sms: ketik DAFTAR ORIGAMI NAMA ke 087812354678

Tentang MAYA HIRAI:

Owner Maya Hirai School of Origami, Ibu Origami Indonesia penerima sertifikat NOA (Nippon Origami Asociation) Japan, dan Pendiri Sanggar Origami Indonesia

Sosialisasi Menghibur Anak-anak korban merapi di posko UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Pada hari senin 8 November 2010 komunitas origami Yogyakarta melaksanakan sosialisasi origami di posko pengungsian UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan menghibur anak-anak dengan cara membuat berbagai lipatan, yang paling dominan adalah baju dan sebagainya.

Sumber: Origami Yogyakarta

http://jogjaorigami.blogspot.com/2010/11/seminar-workshop-origami-tribute-for.html

Rabu, 06 Oktober 2010 | 07:41 WIB

TEMPO Interaktif, Desember mendatang, akan ada dekorasi baru di Museum Tsunami Aceh di Banda Aceh, Nanggroe Aceh Darussalam. Akan dipamerkan origami 300 camar dan 2.000 kupu-kupu karya Maya Hirai, 39 tahun, dan sekitar seratus remaja penggemar origami di Indonesia.

Camar dipilih karena, menjelang tsunami, burung ini berseliweran di sana. Adapun kupu-kupu merupakan simbol Aceh yang bermetamorfosis sejak luluh lantak oleh tsunami pada pengujung 2004.

Sekarang Maya masih mempersiapkan penggalangan peserta untuk melipat kedua bentuk itu. “Ini agar ada ikatan emosional. Aceh butuh pendatang untuk meningkatkan geliat keterampilan di sana,” kata pengoleksi lebih dari 500 reka bentuk origami ini.

Nama Maya Hirai memang tak bisa lepas dari dunia origami atau seni melipat kertas dari Jepang. Saat ini, di Indonesia, perempuan bernama asli Fajar Ismayanti itu satu-satunya instruktur origami yang memegang sertifikat Nippon Origami Association (NOA).

“Padahal tak ada latar belakang di keluarga saya yang menggeluti origami atau bersentuhan dengan budaya Jepang,” kata sulung dari empat bersaudara pasangan Enah Djulaenah dan Raden Yus Rustam Tirtakusumah ini.

Hidup Maya mulus-mulus saja. Namun pada sekitar 1993 kuliahnya mulai tersendat. “Saya tak ikut ujian akhir karena suami saya sakit tifus dan dirawat di rumah sakit,” ujarnya kepada Tempo, Senin lalu. Maya sempat kesal karena sang suami, Bambang Setia Budi, malah memintanya untuk berhenti kuliah.

“Nangis saya waktu itu. Tapi, demi taat suami, saya berhenti kuliah di Fakultas Teknik Universitas Pasundan,” tuturnya. Untungnya, ketika sang suami, yang menjadi dosen di Institut Teknologi Bandung, melanjutkan pascasarjana arsitektur ke Toyohashi University of Technology, Jepang, Maya diizinkan kuliah lagi. Ia lantas meneruskan kuliah di Universitas Bandung Raya dengan mengambil kajian yang sama.

“Menggebu-gebu semangat saya menyelesaikan kuliah sambil mengurus empat anak yang masih kecil,” katanya. Delapan bulan setelah suami bermukim di Jepang, Maya dan anak-anaknya menyusul ke Negeri Sakura itu. “Terpaksa kuliah berhenti lagi,” Maya mengenang.

Di Jepang, ketika mengemudikan mobil dari apartemen ke toko untuk membeli susu, Maya tertimpa musibah. Karena lengah, mobil yang dikendarainya tertabrak. Surat izin mengemudi internasional Maya ditarik.

“Terpaksa saya belajar bersepeda untuk mengantar tiga anak sekolah,” tutur Maya. Suatu kali, iseng-iseng Maya mencoba menyusuri jalan lain sepulang mengantar anak-anaknya. Ia mengayuh sepeda melewati rumah Takako Hirai, origamer yang pernah memandunya dalam <I>workshop<I> origami. “Dia menyapa saya karena ingat saya siswanya yang pakai kerudung. Lalu saya diajak berlatih origami lagi di sanggar Takako Hirai,” tutur Maya, yang kemudian menjadi asisten pengajar Takako.

Di sanggar ini, Maya mendalami origami, dari yang tradisional, seperti bentuk hewan, hingga kontemporer, seperti tokoh animasi dan kartun masa kini. Kini ia masih menganggap bentuk merak adalah bentuk yang paling rumit dan menantang.

Pada pertengahan 2005, Maya mengikuti tes sertifikasi instruktur origami berkualifikasi dari NOA. Dari 50 bentuk yang diujikan, kapal bajak laut jadi bentuk paling sulit. “Petunjuknya ada, tapi saya tidak mengerti huruf kanji,” kata Maya, yang baru mengenal huruf kanji sampai level huruf hiragana dan katakana. Namun akhirnya ia menemukan juga jalan keluarnya hingga sertifikat pun diraih.

Takako memberinya nama Tomoko, diambil dari origamer terkenal, Tomoko Fuse. “Tetapi terlalu tinggi, jadi saya tolak. Saat meluncurkan buku, saya pilih Hirai saja untuk menghormati Takako,” ia mengungkapkan.

Pada Desember 2005, ia kembali ke Indonesia. Mulai awal 2006, ia sudah kebanjiran permintaan workshop dari rekan berbagi ilmu origami di Tanah Air yang ia usung lewat interaksi di dunia maya di sanggar-origami.com dan Yahoo! Groups.

Selain itu, ia menerbitkan sejumlah buku dan CD tentang origami. Pada 16 Mei lalu, Maya Hirai School of Origami resmi didirikan di Bandung. Namun kegiatan sekolah ini tak menghentikan Maya dari rutinitasnya memandu <I>workshop<I> di sejumlah kota, seperti Jakarta, Depok, Karawang, Bekasi, Medan, Lampung, dan Makassar.

Tak hanya mengajari, Maya juga menerima pesanan ratusan origami untuk dekorasi kafe, restoran, dan hotel, hingga obyek visual gerak untuk layar anjungan tunai mandiri sebuah bank swasta. Bahkan ia membuat origami diorama peternakan untuk iklan sebuah bank syariah.

“Bagi saya, origami lebih dari sekadar seni, karena bisa mengembangkan karakter disiplin. Saya tak bermaksud menggeser budaya Indonesia. Tapi justru ingin mengajak orang meningkatkan apresiasi terhadap keindahan,” ujarnya.

Belakangan, Maya menawarkan konsep ramah lingkungan dalam karyanya. Ia mulai menjelajahi origami dengan menggunakan limbah-limbah rumah tangga, seperti plastik dan aluminum foil dari susu bubuk atau cokelat untuk menyiasati sampah anorganik. | GILANG MUSTIKA RAMDANI

BIODATA

Nama: Fajar Ismayanti
Nama Pena: Maya Hirai
Lahir: Bojonegoro, 28 Mei 1971
Nama Suami: Dr Eng Bambang Setia Budi, ST, MT
Anak:
Abdullah Muhammad Yahya (15 tahun)
Muhammad Yusuf Rabbani (12 tahun)
Tsurayya Az Zahra (10 tahun)
Muhammad Ismail Ibadurrahman (8 tahun)
Hobi: Berbagi

Keanggotaan/Jabatan:
Direktur Sanggar Origami Indonesia, 2006-sekarang
Anggota Nippon Origami Association, Jepang, 2003-sekarang

Publikasi:
Buku Origami, Origami untuk Anak Sekolah Dasar (2006)
CD Origami, Bermain Origami di Rumah, (2007)
CD Origami, Mengenal dan Menyayangi Binatang (2007)
CD Origami, Berkendaraan (2007)
Buku Origami, 30 Origami Favorit (2007)
Buku Origami, Origami untuk Anak Usia 4-10 tahun (2008)
Buku Origami, Kreasi Origami Favorit (2010)

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/keluarga/2010/10/06/brk,20101006-282809,id.html

Sabtu, 18 September 2010 | 03:26 WIB

Cornelius Helmy

KOMPAS.com – Fajar Ismayanti atau Maya Hirai, nama penanya, terkesan dengan inisiatif Pemerintah Jepang yang mewajibkan acara pengenalan seni dan budaya Jepang bagi mahasiswa asing sekali setahun. Pengajar dan fasilitas pelatihan ditanggung pemerintah.

Hal itu dia alami saat mendampingi suaminya, Bambang Setiabudi, yang menempuh studi pascasarjana program arsitektur dari Toyoha University of Japan, tahun 2003.

Selasa, 31/8/2010 | 11:22 WIB

KOMPAS.com – Bagi mayoritas masyarakat Indonesia, origami masih dikenal sebagai prakarya melipat kertas dari Jepang. Bentuk burung, bangau, pesawat, dan kapal laut mendominasi model origami yang biasa diajarkan di TK dan SD. Namun, di balik itu, origami menyimpan potensi sebagai gaya hidup hingga alat terapi yang ampuh bagi pelakunya.

Cucu Suryati (32), guru Pendidikan Anak Usia Dini Jeruk Manis, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mengatakan, origami sangat bermanfaat baginya saat mengajar. Origami sering kali digunakan anak didiknya yang masih kesulitan berkomunikasi sebagai simbol bila ingin melakukan sesuatu. Contohnya, ketika ingin ganti baju, anak didiknya menunjukkan origami model baju.

Selain itu, origami menjadi alat terapi yang sempurna karena bisa mengajarkan ketenangan dan ketelitian bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang sulit fokus mengerjakan sesuatu. Hal itu bisa terlihat dari langkah-langkah sistematis yang harus diikuti dalam pembuatan model tertentu.

“Oleh karena itu, saya ingin mempelajari origami ini lebih lanjut, khususnya menggabungkan dua kertas jadi satu bentuk. Selain memudahkan mengajar, saya punya sumber pemasukan ekonomi lain lewat kemampuan ini,” ujarnya.

Bagi Hadi Tahir (29), origamer, sebutan pelaku origami, asal Bandung, dasar-dasar pembuatan origami ikut memberikan sumbangan positif baginya dalam kehidupan sehari-hari karena membentuknya jadi pribadi sabar dan teliti. Bahkan kegagalan dalam membuat origami dijadikan pelajaran berharga agar terus mencoba dan tidak lekas menyerah.

Simbol kedamaian Origami berasal dari bahasa Jepang, yaitu ori yang diadaptasi dari oru yang berarti lipat dan gami yang berasal dari kata kami yang berarti kertas. Meski awalnya hanya digunakan sebagai penutup sake, origami lantas berevolusi menjadi unsur wajib dalam beragam pesta adat, keagamaan, dan penanda status. Bentuknya pun makin beragam, dari dinosaurus, serangga, kerbau, hingga boneka.

Kini origami tidak hanya berkembang di Jepang, tetapi juga tumbuh subur di belahan dunia lain, termasuk Indonesia. Hal itu menjadi salah satu yang menginspirasi kemunculan School of Origami milik Fajar Ismayanti alias Maya Hirai di Cigadung Raya Timur Nomor 85F, Bandung.

Maya mengatakan, origami perlahan-lahan mendapat tempat di hati di masyarakat Indonesia karena memiliki beragam fungsi dan kegunaan. Dari sisi bentuk, origami mempunyai estetika dan keindahan yang berasal dari satu atau dua helai kertas. Dari sisi permainan, banyak hasil origami bisa dimainkan. Contohnya, model pesawat terbang dan bola yang diisi air. Tidak hanya itu, origami menjadi simbol kedamaian sehingga menambah kecintaan masyarakat Indonesia.

“Origami mulai menjadi simbol kedamaian saat Sasaki Sadako, anak asal Hiroshima, yang sakit kelainan darah akibat radiasi bom atom, membuat 1.000 origami. Semangatnya diabadikan menjadi sebuah monumen yang memberikan inspirasi bagi masyarakat dari berbagai negara,” katanya.

(Cornelius Helmy)

oleh admin

Jakarta – Maya Hirai bersama tim baru-baru ini bekerja untuk membuat dan merancang sebuah artwork diorama untuk iklan yang digarap Production House sebuah bank syariah nasional di Jakarta. Diorama yang dibuat adalah sebuah pemandangan alam dengan berbagai binatang seperti kerbau atau sapi, ayam-ayam, kelinci-kelinci, bebek dan aneka bunga. Semua model dibuat menggunakan kertas dengan corak mata uang rupiah. Berikut adalah foto-foto sebagian karya dan aktifitasnya.

by Ekky Siwabessy

Memberi tanda-tangan buku-buku yang dibeli para peserta

Maya di salah satu pameran Sanggar Origaminya

Bandung – Mungkin, banyak yang beranggapan origami hanya sekadar hobi. Tapi ternyata tidak karena manfaat origami bisa berefek pada lingkungan, dekorasi dan juga menghasilkan materi.

Origami berasal dari bahasa Jepang. Gabungan dari kata Ori yang berarti melipat dan gami yang berarti kertas. Menurut Maya Hirai, pendiri Sanggar Origami Indonesia, origami didefinisikan sebagai seni mengubah selembar kertas menjadi bentuk yang unik dan merupakan miniatur benda-benda yang ada di alam.

Pada dasarnya, tutur Maya, semua kertas bisa digunakan untuk origami. Meskipun untuk awal biasanya kertas dengan dua muka lebih banyak digunakan untuk mempermudah proses pembelajaran. Namun setelah piawai, boleh menggunakan kertas apapun.

Sebab menurut Maya fungsi origami salah satunya bisa menyentuh limbah kertas. “Kertas brosur, kertas koran bisa dimanfaatkan,” tutur ibu tiga putra ini.

Melalui teknik origami kertas-kertas tersebut bisa lebih berguna. Tinggal dibuat lebih menarik, kertas pun bisa jadi dekorasi atau hiasan untuk acara pesta. Dalam pembuatannya pun tidak hanya satu lapis kertas tapi bisa berlapis-lapis, tergantung objek yang akan dibuat.

Namun, lanjut Maya, origami sebagai fungsi atau benda pakai masih sedikit. Misalnya, benda yang sudah bisa dibuat dengan teknik origami adalah wadah.

Bagi Maya, origami adalah sebuah karya seni. Jika ditekuni, origami juga bisa menghasilkan materi.

Seperti halnya Maya yang pernah membuat diorama origami yang kini dipajang di Hotel Nikko Jakarta. Bahkan beberapa anggota Sanggar Origami Indonesia ada yang membuat anting-anting, bros, hiasan, boneka yang menggunakan teknik origami.?

****

Sumber:
teks: http://www.nusantaraku.org/forum/berita-isu-rumor-indonesia/9345-origami-bukan-cuma-hobi.html
foto: admin

Bagi warga Kota Solo dan sekitarnya, yuk segera bergabung di acara ini. Selain bermanfaat, pasti seru dan menarik.

WORKSHOP ORIGAMI BERSAMA IBU ORIGAMI INDONESIA!


Hari/Tanggal: Sabtu, 10 Juli 2010
Tempat : HOTEL SOLO INN, Jl. Slamet Riyadi 366 Surakarta (Solo)
Jam : 08.00-13.00
Kontribusi : IDR 75.000,-
Fasilitas : Sertifikat, Snack, Kertas Lipat, dan Doorprize

Segera daftar dan hubungi panitia di:
1. Kampus TKIT Permata Hati Surakarta (cp. Syam 0271-7097260, Ninik 0271-645880)
2. Sanggar Salsabila (cp. Ari Aji Astuti 08139353097 atau 0271-716060)
3. TK Muslimah Gentan, Baki, Sukoharjo (cp. Diah 0271-7658761)

Tempat Terbatas!!

Origami adalah sebuah seni melipat kertas. Artinya, dengan bahan dasar kertaslah kreativitas seni ini dilakukan dan dikembangkan. Bila kemudian ada yang menggunakan bahan plastik, aluminium foil, kain, dan bahan-bahan selain kertas, hal tersebut merupakan perkembangan selanjutnya yang banyak dilakukan oleh para seniman. Akan tetapi, secara prinsip, kertaslah yang menjadi media seni origami.

Secara bahasa, origami berasal dari sebuah istilah Jepang yakni oru berarti melipat dan kami atau gami berarti kertas. Pada awalnya, origami hanya menjadi tradisi hiasan dan pelengkap hadiah-hadiah pada masyarakat elit di Jepang karena harga kertasnya yang sangat mahal. Ketika kertas telah dapat diproduksi secara masal, origami berubah menjadi alat bermain, pendidikan, dan sebagai sebuah tradisi Was di negeri tersebut. Saat ini, origami telah menyebar dan berkembang di berbagai negara lainnya di dunia.

Melipat kertas adalah aktivitas seni yang mudah dibuat dan menyenangkan. Seni ini tidak hanya untuk anak-anak, namun juga untuk orang dewasa. Di antara perannya adalah sebagai aktivitas untuk mengisi waktu luang dan media pengajaran dan komunikasi dengan anak karena bisa dilakukan secara bersama-sama.

Beraktivitas origami tidak hanya dapat dilakukan di taman kanak-kanak, di sekolah dasar, di rumah-rumah, dan sebagainya, tetapi juga dapat dilakukan di ruang tunggu, saat naik bus, kereta, atau di dalam pesawat. Pendeknya, origami dapat dilakukan di mana dan kapan saja.

Origami juga sangat fungsional. Untuk anak, seni ini memiliki fungsi melatih motorik halus dalam masa perkembangannya. Hal tersebut juga dapat merangsang tumbuhnya motivasi, kreativitas, juga ketekunan pada pelaku melipat kertas itu sendiri. Oleh karena itu, seni tersebut cocok untuk diterapkan dalam pendidikan dasar maupun kejuruan. Untuk orang dewasa, aktivitas seni melipat kertas ini dapat menjadi hobi, pengisi waktu luang, materi pengajaran untuk anak didik, dan sebagainya. Bagi orang tua, origami dapat menjadi alat bermain dengan anak-anak dan anggota keluarga lainnya sebagai kegiatan yang bersifat hiburan.

Keunikan dari seni melipat kertas ini adalah dari selembar kertas dapat dibuat berbagai macam model origami. Model-model itu memiliki karakteristik dan manfaat sendiri-sendiri. Untuk anak-anak, origami dapat menjadi mainan (toys), yang akan memberi kepuasan tersendiri karena mereka dapat memainkan hasil buatannya sendiri. Model-model origami yang dapat dijadikan mainan itu, di antaranya: model pesawat, bola, kodok lompat, aneka miniatur binatang, kertas berguling, dan sebagainya. Untuk orang dewasa, dapat dibuat model origami yang berfungsi sebagai dekorasi rumah atau model-model yang mempunyai fungsi khusus dalam kehidupan sehari-hari, dan lain-lain.

Tidak sulit untuk memulai aktivitas origami. Pada mulanya, mungkin akan terkesan rumit ketika melihat suatu diagram sebuah model origami. Namun, dengan berupaya memahami simbol-simbol dalam origami dan jenis-jenis lipatan dasar yang ada, akan sangat membantu memudahkan langkah berikutnya. Manakala tiap instruksi dalam sebuah diagram dapat terus diikuti, origami akan menjadi aktivitas yang disukai, menyenangkan, dan menantang. Untuk jadi menyukai origami, cobalah dari yang mudah.

Untuk memulai seni melipat kertas ini Anda bisa menggunakan buku Kreasi Origami Favorit. Buku karya Maya Hirai ini diawali dengan pengenalan simbol-simbol origami dan jenis-jenis lipatan dasar yang telah menjadi kesepakatan umum di kalangan para pelipat kertas dunia. Setelah itu, juga disajikan model-model origami komplit, dari model sederhana yang relatif mudah hingga model-model yang lebih rumit. Model-model origami yang terkandung dalam buku ini pada umumnya adalah model-model tradisional, yaitu model turun-temurun yang telah ada sejak lama tanpa diketahui lagi siapa yang pertama membuatnya. Namun, ada pula beberapa model origami baru yang diketahui siapa pembuatnya dan disertakan nama pembuatnya pertama kali.

Selain itu, model-model origami yang disajikan ini adalah model-model yang telah sangat populer diketahui oleh lebih banyak orang, baik dewasa atau anak-anak. Karena sangat populer, model-model ini difavoritkan oleh banyak orang dari berbagai kalangan. Buku terbitan KawanPustaka ini dapat menjadi salah satu buku pegangan semua kalangan di tanah air.

****

Sumber: Agromedia, Kamis, 17 Juni 2010 (tulisan ini diambil dan disarikan dari tulisan Maya Hirai dalam bukunya Kreasi Origami Favorit untuk Pemula yang diterbitkan oleh Penerbit Kawan Pustaka)

http://agromediagroup.com/kabar/Melatih-Motorik-Halus-Anak-Melalui-Origami.html