Category: INFO


Selasa, 31/8/2010 | 11:22 WIB

KOMPAS.com – Bagi mayoritas masyarakat Indonesia, origami masih dikenal sebagai prakarya melipat kertas dari Jepang. Bentuk burung, bangau, pesawat, dan kapal laut mendominasi model origami yang biasa diajarkan di TK dan SD. Namun, di balik itu, origami menyimpan potensi sebagai gaya hidup hingga alat terapi yang ampuh bagi pelakunya.

Cucu Suryati (32), guru Pendidikan Anak Usia Dini Jeruk Manis, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mengatakan, origami sangat bermanfaat baginya saat mengajar. Origami sering kali digunakan anak didiknya yang masih kesulitan berkomunikasi sebagai simbol bila ingin melakukan sesuatu. Contohnya, ketika ingin ganti baju, anak didiknya menunjukkan origami model baju.

Selain itu, origami menjadi alat terapi yang sempurna karena bisa mengajarkan ketenangan dan ketelitian bagi anak-anak berkebutuhan khusus yang sulit fokus mengerjakan sesuatu. Hal itu bisa terlihat dari langkah-langkah sistematis yang harus diikuti dalam pembuatan model tertentu.

“Oleh karena itu, saya ingin mempelajari origami ini lebih lanjut, khususnya menggabungkan dua kertas jadi satu bentuk. Selain memudahkan mengajar, saya punya sumber pemasukan ekonomi lain lewat kemampuan ini,” ujarnya.

Bagi Hadi Tahir (29), origamer, sebutan pelaku origami, asal Bandung, dasar-dasar pembuatan origami ikut memberikan sumbangan positif baginya dalam kehidupan sehari-hari karena membentuknya jadi pribadi sabar dan teliti. Bahkan kegagalan dalam membuat origami dijadikan pelajaran berharga agar terus mencoba dan tidak lekas menyerah.

Simbol kedamaian Origami berasal dari bahasa Jepang, yaitu ori yang diadaptasi dari oru yang berarti lipat dan gami yang berasal dari kata kami yang berarti kertas. Meski awalnya hanya digunakan sebagai penutup sake, origami lantas berevolusi menjadi unsur wajib dalam beragam pesta adat, keagamaan, dan penanda status. Bentuknya pun makin beragam, dari dinosaurus, serangga, kerbau, hingga boneka.

Kini origami tidak hanya berkembang di Jepang, tetapi juga tumbuh subur di belahan dunia lain, termasuk Indonesia. Hal itu menjadi salah satu yang menginspirasi kemunculan School of Origami milik Fajar Ismayanti alias Maya Hirai di Cigadung Raya Timur Nomor 85F, Bandung.

Maya mengatakan, origami perlahan-lahan mendapat tempat di hati di masyarakat Indonesia karena memiliki beragam fungsi dan kegunaan. Dari sisi bentuk, origami mempunyai estetika dan keindahan yang berasal dari satu atau dua helai kertas. Dari sisi permainan, banyak hasil origami bisa dimainkan. Contohnya, model pesawat terbang dan bola yang diisi air. Tidak hanya itu, origami menjadi simbol kedamaian sehingga menambah kecintaan masyarakat Indonesia.

“Origami mulai menjadi simbol kedamaian saat Sasaki Sadako, anak asal Hiroshima, yang sakit kelainan darah akibat radiasi bom atom, membuat 1.000 origami. Semangatnya diabadikan menjadi sebuah monumen yang memberikan inspirasi bagi masyarakat dari berbagai negara,” katanya.

(Cornelius Helmy)

by Ekky Siwabessy

Memberi tanda-tangan buku-buku yang dibeli para peserta

Maya di salah satu pameran Sanggar Origaminya

Bandung – Mungkin, banyak yang beranggapan origami hanya sekadar hobi. Tapi ternyata tidak karena manfaat origami bisa berefek pada lingkungan, dekorasi dan juga menghasilkan materi.

Origami berasal dari bahasa Jepang. Gabungan dari kata Ori yang berarti melipat dan gami yang berarti kertas. Menurut Maya Hirai, pendiri Sanggar Origami Indonesia, origami didefinisikan sebagai seni mengubah selembar kertas menjadi bentuk yang unik dan merupakan miniatur benda-benda yang ada di alam.

Pada dasarnya, tutur Maya, semua kertas bisa digunakan untuk origami. Meskipun untuk awal biasanya kertas dengan dua muka lebih banyak digunakan untuk mempermudah proses pembelajaran. Namun setelah piawai, boleh menggunakan kertas apapun.

Sebab menurut Maya fungsi origami salah satunya bisa menyentuh limbah kertas. “Kertas brosur, kertas koran bisa dimanfaatkan,” tutur ibu tiga putra ini.

Melalui teknik origami kertas-kertas tersebut bisa lebih berguna. Tinggal dibuat lebih menarik, kertas pun bisa jadi dekorasi atau hiasan untuk acara pesta. Dalam pembuatannya pun tidak hanya satu lapis kertas tapi bisa berlapis-lapis, tergantung objek yang akan dibuat.

Namun, lanjut Maya, origami sebagai fungsi atau benda pakai masih sedikit. Misalnya, benda yang sudah bisa dibuat dengan teknik origami adalah wadah.

Bagi Maya, origami adalah sebuah karya seni. Jika ditekuni, origami juga bisa menghasilkan materi.

Seperti halnya Maya yang pernah membuat diorama origami yang kini dipajang di Hotel Nikko Jakarta. Bahkan beberapa anggota Sanggar Origami Indonesia ada yang membuat anting-anting, bros, hiasan, boneka yang menggunakan teknik origami.?

****

Sumber:
teks: http://www.nusantaraku.org/forum/berita-isu-rumor-indonesia/9345-origami-bukan-cuma-hobi.html
foto: admin

Bagi warga Kota Solo dan sekitarnya, yuk segera bergabung di acara ini. Selain bermanfaat, pasti seru dan menarik.

WORKSHOP ORIGAMI BERSAMA IBU ORIGAMI INDONESIA!


Hari/Tanggal: Sabtu, 10 Juli 2010
Tempat : HOTEL SOLO INN, Jl. Slamet Riyadi 366 Surakarta (Solo)
Jam : 08.00-13.00
Kontribusi : IDR 75.000,-
Fasilitas : Sertifikat, Snack, Kertas Lipat, dan Doorprize

Segera daftar dan hubungi panitia di:
1. Kampus TKIT Permata Hati Surakarta (cp. Syam 0271-7097260, Ninik 0271-645880)
2. Sanggar Salsabila (cp. Ari Aji Astuti 08139353097 atau 0271-716060)
3. TK Muslimah Gentan, Baki, Sukoharjo (cp. Diah 0271-7658761)

Tempat Terbatas!!

Origami adalah sebuah seni melipat kertas. Artinya, dengan bahan dasar kertaslah kreativitas seni ini dilakukan dan dikembangkan. Bila kemudian ada yang menggunakan bahan plastik, aluminium foil, kain, dan bahan-bahan selain kertas, hal tersebut merupakan perkembangan selanjutnya yang banyak dilakukan oleh para seniman. Akan tetapi, secara prinsip, kertaslah yang menjadi media seni origami.

Secara bahasa, origami berasal dari sebuah istilah Jepang yakni oru berarti melipat dan kami atau gami berarti kertas. Pada awalnya, origami hanya menjadi tradisi hiasan dan pelengkap hadiah-hadiah pada masyarakat elit di Jepang karena harga kertasnya yang sangat mahal. Ketika kertas telah dapat diproduksi secara masal, origami berubah menjadi alat bermain, pendidikan, dan sebagai sebuah tradisi Was di negeri tersebut. Saat ini, origami telah menyebar dan berkembang di berbagai negara lainnya di dunia.

Melipat kertas adalah aktivitas seni yang mudah dibuat dan menyenangkan. Seni ini tidak hanya untuk anak-anak, namun juga untuk orang dewasa. Di antara perannya adalah sebagai aktivitas untuk mengisi waktu luang dan media pengajaran dan komunikasi dengan anak karena bisa dilakukan secara bersama-sama.

Beraktivitas origami tidak hanya dapat dilakukan di taman kanak-kanak, di sekolah dasar, di rumah-rumah, dan sebagainya, tetapi juga dapat dilakukan di ruang tunggu, saat naik bus, kereta, atau di dalam pesawat. Pendeknya, origami dapat dilakukan di mana dan kapan saja.

Origami juga sangat fungsional. Untuk anak, seni ini memiliki fungsi melatih motorik halus dalam masa perkembangannya. Hal tersebut juga dapat merangsang tumbuhnya motivasi, kreativitas, juga ketekunan pada pelaku melipat kertas itu sendiri. Oleh karena itu, seni tersebut cocok untuk diterapkan dalam pendidikan dasar maupun kejuruan. Untuk orang dewasa, aktivitas seni melipat kertas ini dapat menjadi hobi, pengisi waktu luang, materi pengajaran untuk anak didik, dan sebagainya. Bagi orang tua, origami dapat menjadi alat bermain dengan anak-anak dan anggota keluarga lainnya sebagai kegiatan yang bersifat hiburan.

Keunikan dari seni melipat kertas ini adalah dari selembar kertas dapat dibuat berbagai macam model origami. Model-model itu memiliki karakteristik dan manfaat sendiri-sendiri. Untuk anak-anak, origami dapat menjadi mainan (toys), yang akan memberi kepuasan tersendiri karena mereka dapat memainkan hasil buatannya sendiri. Model-model origami yang dapat dijadikan mainan itu, di antaranya: model pesawat, bola, kodok lompat, aneka miniatur binatang, kertas berguling, dan sebagainya. Untuk orang dewasa, dapat dibuat model origami yang berfungsi sebagai dekorasi rumah atau model-model yang mempunyai fungsi khusus dalam kehidupan sehari-hari, dan lain-lain.

Tidak sulit untuk memulai aktivitas origami. Pada mulanya, mungkin akan terkesan rumit ketika melihat suatu diagram sebuah model origami. Namun, dengan berupaya memahami simbol-simbol dalam origami dan jenis-jenis lipatan dasar yang ada, akan sangat membantu memudahkan langkah berikutnya. Manakala tiap instruksi dalam sebuah diagram dapat terus diikuti, origami akan menjadi aktivitas yang disukai, menyenangkan, dan menantang. Untuk jadi menyukai origami, cobalah dari yang mudah.

Untuk memulai seni melipat kertas ini Anda bisa menggunakan buku Kreasi Origami Favorit. Buku karya Maya Hirai ini diawali dengan pengenalan simbol-simbol origami dan jenis-jenis lipatan dasar yang telah menjadi kesepakatan umum di kalangan para pelipat kertas dunia. Setelah itu, juga disajikan model-model origami komplit, dari model sederhana yang relatif mudah hingga model-model yang lebih rumit. Model-model origami yang terkandung dalam buku ini pada umumnya adalah model-model tradisional, yaitu model turun-temurun yang telah ada sejak lama tanpa diketahui lagi siapa yang pertama membuatnya. Namun, ada pula beberapa model origami baru yang diketahui siapa pembuatnya dan disertakan nama pembuatnya pertama kali.

Selain itu, model-model origami yang disajikan ini adalah model-model yang telah sangat populer diketahui oleh lebih banyak orang, baik dewasa atau anak-anak. Karena sangat populer, model-model ini difavoritkan oleh banyak orang dari berbagai kalangan. Buku terbitan KawanPustaka ini dapat menjadi salah satu buku pegangan semua kalangan di tanah air.

****

Sumber: Agromedia, Kamis, 17 Juni 2010 (tulisan ini diambil dan disarikan dari tulisan Maya Hirai dalam bukunya Kreasi Origami Favorit untuk Pemula yang diterbitkan oleh Penerbit Kawan Pustaka)

http://agromediagroup.com/kabar/Melatih-Motorik-Halus-Anak-Melalui-Origami.html

program liburan

Masa Kanak-kanak tak kan pernah terulang

Sabtu, 20 Februari 2010

Koran Jakarta- Origami bukan sekadar seni melipat kertas menjadi berbagai bentuk menarik. Lebih dari itu, seni asal Jepang tersebut juga melatih kesabaran, memunculkan kreativitas, dan menjadi media komunikasi. Melipat kertas sudah dilakukan banyak orang semenjak kecil.

Membuat bentuk pesawat terbang, burung, kodok, perahu, bunga, dan aneka bentuk menyenangkan lainnya.

Secara tidak sengaja, apa yang dilakukan ketika anak-anak dulu merupakan kegiatan origami, sebuah seni melipat yang asalnya dari Jepang. Fajar Ismayanti, 38 tahun, seorang pehobi origami, mengatakan origami pada dasarnya adalah seni.

Senin, 26 Oktober 2009

Siapa yang tak kenal dengan Origami. Seni melipat kertas asal negara Sakura Jepang ini memang sudah cukup popular di Indonesia. Tak hanya diminati oleh anak-anak tapi juga orang dewasa hingga orang tua.

Menempati salah satu stan di UrbanFest 2009, Origami menjadi salah satu pojok yang cukup banyak diminati pengunjung. Bahkan, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo usai meresmikan pembukaan UrbanFest pada Sabtu (24/10) menyempatkan diri mampir ke stan ini.

Kehadiran stand Origami ini memang terbilang istimewa, selain dihadirkan langsung dari Bandung juga menghadirkan penulis buku Origami Maya Hirai.