Sabtu, 18 September 2010 | 03:26 WIB

Cornelius Helmy

KOMPAS.com – Fajar Ismayanti atau Maya Hirai, nama penanya, terkesan dengan inisiatif Pemerintah Jepang yang mewajibkan acara pengenalan seni dan budaya Jepang bagi mahasiswa asing sekali setahun. Pengajar dan fasilitas pelatihan ditanggung pemerintah.

Hal itu dia alami saat mendampingi suaminya, Bambang Setiabudi, yang menempuh studi pascasarjana program arsitektur dari Toyoha University of Japan, tahun 2003.

« »