Latest Entries »

http://www.seputarjabar.com/2012/12/pecahkan-rekor-muri-gubernur-jawa-barat.html#.UNp4ehtAdic

Kamis, 20 Desember 2012 kabar seputarjabar

(SJO, BANDUNG) Peringati hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 67 tahun, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersama dengan 5500 orang guru pecahkan rekor melipat origami berbentuk hati.

Dengan dipandu Maya Hirai instruktur Origami dengan sertifikasi internasional, Gubernur Jabar di ikuti 5500 orang guru dengan seksama memperhatikan tekhnik cara melipat origami, bertempat di Sasana Budaya Ganesha, Bandung, Kamis (20/12) siang.

Seluruh peserta masing-masing mendapatkan dua lembar kertas berwarna yang akan dilipat membentuk hati

Kemudian setelah selesai dilipat keseluruh origami ini akan dirangkai menjadi tulisan “I LOVE GURU” dan dicatatkan ke Museum Rekor Indonesia (MURI) di semarang.

Origami sendiri adalah seni melipat kertas yang berasal dari jepang dan sudah berusia ribuan tahun.(Don)

 

 

http://fokusjabar.com/2012/12/hore-hut-pgri-di-jabar-sabet-rekor-muri/ 

Oleh : M. Jatnika Sadili

BANDUNG, FOKUSJABAR.COM: Acara Puncak Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2012 dan Perayaan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-67 Tingkat Provinsi Jawa Barat, yang digelar di Sasana Budaya Ganesha (Sabug), Kamis (20/12), dimeriahkan oleh aksi para guru yang berhasil memecahkan rekor Musium Rekor Indonesia (MURI) dalam Pengajaran dan Pembuatan Origami Hati dengan Jumlah terbanyak.

Dalam aksinya tersebut dari 5.500 orang guru yang hadir, diperoleh 11.000 buah origami hati dengan berbagai warna. Tidak ketinggalan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pun turut serta membuat origami tersebut dengan kertas berwarna pink.

Menurut instruktur Origami Indonesia Maya Hirai dengan origami bisa melatih sensor motorik pada otak anak, selain merangsang pembentukan karakter anak yang kreatif dan inovatif.

“Origami memberi stimulan positif pada otak anak serta dapat melatih motorik halus dan membantu membentuk karakter kreatif inovatif,” katanya di hadapan para guru yang memadati Sabuga, Kamis (20/12)

Salah satu Guru asal Kota Bandung, Asep Warlan (37) merasa senang dalam peringatan Hut PGRI tahun ini ada kesan lebih salah satunya pemecahan rekor MURI.

“Saya rasa ini adalah langkah awal bagi guru untuk dapat mulai berpikir inovatif dalam menjalankan profesinya untuk mendidik dan mentransfer pengetahuan pada peserta didik,” ujarnya. (NOER)

http://www.pikiran-rakyat.com/node/215901

5.500 Guru Pecahkan Rekor Muri Pembuatan Origami Hati

Kamis, 20/12/2012 – 13:35

BANDUNG, (PRLM).- Peringatan Resepsi Hari Guru dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-67 tingkat Provinsi Jabar dihadiri 5.500 guru dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Peringatan yang dilaksanakan Sabuga Institut Teknologi Bandung (ITB), Jln. Tamansari, Kota Bandung, Kamis (20/12/12) juga diisi dengan pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia.

Pemecahan rekor Muri ini untuk kategori Pengajaran dan Pembuatan Origami Hati dengan Jumlah Peserta (5.500 orang) dan Hasil (11.000) buah origami hati terbanyak. Dalam pemecahan rekor Muri ini, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan turut serta.

Pemecahan rekor ini diinstruksikan oleh instruktur origami Indonesia Maya Hirai. “Origami memberi stimulan positif pada otak anak serta dapat melatih motorik halus dan membantu membentuk karakter kreatif inovatif,” kata Maya yang untuk kali ketiganya memecahkan rekor Muri pembutan origami. (A-208/A-88)***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Origami Goes to School di RA Catur Cendikia Al-Inayah

Senin, 17 Desember 2012

 

 

 

 

Rabu, 7 November 2012 07:24 WIB

AntaraNEWS.com|Lampung
Gatot Arifianto


Setiap warga negara yang memiliki pengetahuan mempunyai tanggung jawab untuk membaginya bagi sesama untuk kemajuan Indonesia mendatang.

Tetapi, berapa banyak ingin berlaku seperti itu di hari ini?

Di aula Islamic Center Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung yang berada di Kelurahan Blambangan Umpu, seorang ibu rumah tangga yang populer dengan nama Maya Hirai membuat “gunung” atau segitiga dari kertas segi empat berwarna hijau muda dan merah muda.

View full article »

Origami Bantu Perkembangan Otak Anak

7 Nov 2012

Selain itu, juga melatih anak-anak untuk rapi, membuat sesuai instruksi, dengan rapi dan teliti. “Hal-hal tersebut yang termasuk bagian untuk mengembangkan otak kiri yang bisa diambil dari membuat origami,” kata Maya. Jakarta, Aktual.co — Seni melipat kertas ala Jepang atau origami dianjurkan untuk dipelajari karena dapat berperan membantu perkembangan otak kanan dan kiri anak.

Direktur Sanggar Origami Indonesia, Maya Hirai, saat berbagi pengetahuan mengenai origami kepada 420 pengajar pendidikan anak usia dini (PAUD) Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung, di aula Islamic Center Waykanan, di Blambanganumpu, Selasa, menegaskan bahwa peran origami bagi perkembangan otak kiri adalah untuk melatih kedisiplinan.

Selain itu, juga melatih anak-anak untuk rapi, membuat sesuai instruksi, dengan rapi dan teliti.

“Hal-hal tersebut yang termasuk bagian untuk mengembangkan otak kiri yang bisa diambil dari membuat origami,” kata dia pula.

Manfaat origami bagi pertumbuhan otak kanan juga ada.

Ketika origami dibentuk sebagai pesawat, boleh saja pesawat memiliki satu warna dan bercorak lain, begitu juga dengan bentuk seni melipat kertas lain seperti kodok, kata dia menerangkan.

“Origami berbentuk besar akan berbeda fungsi dengan origami berbentuk kecil yang bisa jadi bros. Penggalian kreativitas tersebut berhubungan dengan otak kanan,” ujar Maya, seraya menambahkan bahwa origami ialah seni yang dapat menyeimbangkan otak kiri dan kanan anak.

Pada kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Waykanan bekerjasama dengan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Waykanan itu, hadir sejumlah penggiat pendidikan anak, seperti Ivan Sumantri Bonang dan Iin Mutmainah dari Komunitas Dongeng Dakocan Bandarlampung.

Selain itu, terlihat pula Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Waykanan Fery Yanto.

Kegiatan yang diselenggarakan guna meningkatkan kapasitas pengajar PAUD setempat, dibuka Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Waykanan Desparda Simamora, disaksikan sejumlah pejabat seperti Kasi PAUD Abdul Azis. (Ant) Epung Saepudin -

Fun Origami untuk Anak PAUD, TK, & SD

Karya  Maya Hirai

ISBN: 979-757-521-7

31 model Tebal: vi + 66 halaman Ukuran: 18 x 24 cm

Penerbit: KawanPustaka, Jakarta 2012

Harga: Rp. 37.500

Sampul Fun Origami

 Sampul Buku Fun Origami

Anggota PKK Kota Batam Ikuti Seminar Origami

Sabtu, 20 October 2012 00:00

BATAM CENTRE (HK)- Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Batam bekerjasama dengan Sanggar Origami Indonesia mengadakan workshop dan seminar origami, Jumat (19/10) di Aula Kantor Walikota Batam.

Ketua panitia Istanti dalam laporannya mengatakan, workshop dan seminar tersebut merupakan pertama kalinya di Batam. Diikuti 300 peserta workshop dan seminar origami merupakan pendidik dari Paud (Pendidikan Anak Usia Dini) dan anggota PKK se Kota Batam.

Istanti berharap melalui kegiatan tersebut para peserta dapat ikut serta memajukan dunia pendidikan bagi anak-anak.

“Nantinya akan terbentuk komunitas origami Kota Batam yang benar-benar peduli akan keberadaan origami,” ungkap Istanti.

Ketua Pokja I Erdawati Firmansyah mewakili Ketua TP PKK Kota Batam dalam sambutannya mengatakan, peran serta PKK dalam bidang pendidikan yang termuat dalam 10 Program Pokok PKK dengan meningkatkan kemampuan anak-anak baik mental maupun spiritual baik melalui jalur formal maupun non formal.

Menurut Erdawati tidak hanya PKK, peran masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam pendidikan, diantaranya melalui Himpaudi, pendidikan formal dan pendidikan non formal.

PKK Kota Batam sangat memperhatikan pendidikan khususnya pendidikan anak usia dini, dengan terus meningkatkan kualifikasi para pendidik salah satunya mengikutsertakan anggota PKK dalam kegiatan workshop dan seminar tersebut. Karena melalui origami dapat meningkatkan kemampuan imaginasi pada anak.

Maya Hirai, selaku pembicara dalam kesempatan tersebut mengatakan origami merupakan seni melipat kertas dikenal berasal dari Jepang. Seni kreatifitas ini telah penyebar ke berbagai negara karena sangat disukai banyak orang mulai dari anak-anak usia TK hingga orang tua/manula.

Selain mengajarkan kreatifitas, ketelitian, ketekunan bagi anak-anak, juga menjadi alat bermain dan berkarya, mengubah selembar kertas menjadi berbagai macam model baik sebagai mainan, hiasan ataupun barang yang berguna.(r/lim)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Membuat dan Bermain Origami bersama MHSO dan FCC di Darul Hikam, Bandung, 12 Oktober 2012.

Bersama-sama melipat, berkarya dan berlomba untuk mengasah kreativitas.

View full article »

Pada tanggal 31 Maret 2012, Maya Hirai School of Origami mendapatkan kunjungan dari guru-guru TK dari Ikatan Guru TK Islam Ciputat .

Kunjungan ini selain untuk belajar origami, juga sekaligus untuk melakukan kunjungan ke lokasi C-59.
View full article »